PENAT

Aku telah berjalan sejauh ini, menghabiskan beberapa waktu yang bahkan tak dapat di hitung dengan jari. Semua kenangan suka maupun duka bahkan masih teringat jelas di ingatan. Dan kali ini rasanya ku ingin terlahir kembali tanpa mendabakan seseorang pun, dia yang datang dan pergi membawa filosofi cinta yang berisi lembar-lembar sampah yang tak paham akan arti definisi, afeksi dan relasi.

Lalu siapa yang tak muak? Cinta itu sandiwara bukan?
Mataku telah jenuh menyaksikan pertunjukan cinta tanpa harus membeli karcis sambil berebut kursi pada kasus yang telah lumrah dan murah d perbincangkan oleh orang banyak.

Dia yang katanya ingin menetap bersamaku dan nyatanya pergi dengan gampangnya. Kupikir itu hanya omongan kosong semata. Berenyit-renyit cinta yang masih bertahta di kepalaku kini muncul sebagai wujud trauma, yang berisikan penghiantan,kecaman bahkan ancaman.

Yang kutau saat ini cinta hanya berkiblat pada fisik yang bersumber dari dunia maya dan cerita-cerita fiksi belaka. Oleh sebab itu, dalam beberapa waktu kedepan aku akan buta dan sengaja melupakan perihal cinta dan berjalan sendiri suci tanpanya
Kumohon jangan lagi memaksa tanpa aba-aba. Ada waktunya aku bangkit setelah sakit, karna semua orang tau makhluk tak bisa hidup tanpa cinta untuk menentukan suka dan dukanya.

Namun, yang di bilang proses itu membutuhkan waktu yang lama memang benar, setidaknya waktu untuk menyendiri itu terkadang dibutuhkan tanpa perlu ada hati yang berlabuh

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAJAK SUNYI

IBU